Jumat, 26 Februari 2010
Berikan yang terbaik buat semua
Hati menangis ketika melihat guru dengan wajah yang sangat semangat memberikan do'a dan cita-cita kepada saya, anak-anak yang dengan polos mengatakan "pak jangan lupakan kami, walaupun bapak telah jauh meninggalkan kami", dan teman seperjuangan serta masyarakat "melambaikan tangan dan mengirngi do'a untuk kami selekuarga. Namun tugaslah yang membawa kami berpisah tetap hati kami sekeluarga sulit untuk melepaskan tali silaturahmi yang telah terbangun walaupun hanya 2,6 tahun, tak terbayangkan oleh kami sekeluarga betapa indahnya tali persaudaran di daerah tersebut, tak terduga oleh kami ketika kami ditugaskan, dan tak terindahkan akan terjadi nuansa keakraban seperti ini.
Akhirnya, Allah SWT maha mengetahui, maha penyayang, maha besar semoga apa yang telah saya berikan untuk masyarakat Desa Kutamaneuh khususnya anak-anak kami tercinta yang perlu ilmu semoga mereka semua menjadi penerus kami di daerah tersebut dan menjadi ujung tombak perjuangan desa tersebut untuk maju di masa yang akan datang.
Anak-anakku, guru, dan staf tata usaha yang saya cintai, berjuanglah terus untuk anak-anak, karena anak-anak membutuhkan Anda di depan sebagai tiang pancang masa depan, jangan bersedih jangan menangis kuatkan niat untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak SMP Negeri1 Tegalwaru Karawang.
Good Bye, Sayonara, Pileuleuyan, Insya Allah saya akan siap membantu dan saya sekularga tidak akan melupakan Anda semua.
Minggu, 10 Januari 2010
SEMINAR BIMBINGAN DAN KONSELING KARIR
Pendaftaran di masing-masing pengurus MGBK Kab/Kota di Karawang, Subang, Bekasi, dan Purwakarta, distribusi penyelenggaraan Rp. 75.000 per peserta. Pelaksanaan tanggal 15 Februari 2010 pukul 08.00 s.d 14.00, lebih jelasnua dapat menghubungi Drs. H. Sutirna, M.Pd. (081317684081).
Selasa, 22 September 2009
BAHAN PRESENTASI LDKM STIKIP SILIWANGI BANDUNG
Apakah Perbedaan antara Negara Berkembang (Miskin) dan Negara Maju (Kaya) ?
dunia, dan penduduknya tidaklagi miskin.
Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin,Jepang mempunyai area yang sangat terbatas. Daratannya, 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untukmeningkatkan pertanian & peternakan,Tetapi, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia.
Jepang laksana suatu negara “industriterapung” yang besar sekali, mengimpor bahanbaku dari semua negara di dunia danmengekspor barang jadinya
Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia.Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami.Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik. (Nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia).
Swiss juga tidak mempunyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.
Apa sih yg membeda
kan?
Perbedaannya adalah pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut:
Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejamkepada kita,Kitaterbelakang/lemah/miskin karenaperilaku kita yang kurang/tidakbaik.Kita kekurangan kemauan untukmematuhi dan mengajarkan prinsipdasar kehidupan yang akanmemungkinkan masyarakat kitapantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.
Dihubungkan dengan materi Kepemimpinan pada LDKM STKIP Siliwangi tanggal 28 September 2009 sangat relevan bahwa 9 prinsip dasar kehidupan diterapkan oleh semua pemimpin tanpa kecuali jika ingin negara kita menjadi kaya.
Selasa, 01 September 2009
Tiga Pilihan setelah Ramadhan
Mari kita merenung dan berintroveksi masing-masing, apakah akan memilih kelompok Celaka? atau kelompok Merugi setelah menyelesaikan ibadah saum di bulan Ramadhan? sangatlah nista jika ada seseorang yang berkeinginan memasuki kelompok tersebut, karena mustahil manusia/seseorang berkehendak celaka dan merugi dalam hidup dan kehidupannya.
Oleh karena itu, pilihlah menjadi kelompok umat yang mulia dengan prinsip hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, Insya Allah predikat yang dijanjikan oleh ALLAH SWT dalam Surat Al Baqoroh 183 akan tercapai, yaitu menjadi manusia yang bertaqwa.
Dengan demikian mari kita jadikan Pendidikan dan Pelatihan yang Allah SWT sediakan dalam waktu satu bulan ini dijadikan sebagai pusat peningkatan umat Islam untuk lebih baik dan lebih baik bukan menjadi tambah buruk. akhirnya semoga Allah SWT selalu memberikan jalan yang terbaik dalam hidup kita dan semoga kita termasuk kepada golongan orang-orang yang bertaqwa. Amin.
Rabu, 05 Agustus 2009
Kecerdasan untuk seorang Pemimpin
Sutirna, 05 Agustus 2009
Enam puluh empat tahun sudah bangsa kita Merdeka dari tangan penjajah, namun tetap saja negara kita masih terbelakang dalam segala bidang. oleh karena itu ada tiga komponen kecerdasan yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin atau para anak-anak bangsa, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan akan norma-norma/nilai-nilai keagamaan (SQ).
Jika kita analisis, bagaimana jika seseorang anak bangsa, khususnya pemimpin yang hanya memiliki dua kecerdasan dalam kehidupannya? apa yang akan terjadi? mungkin inikah jawaban yang tepat untuk direnungkan secara mendalam negara kita ini tertinggal dari negara lain?
Akhirnya tulisan singkat ini, saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk terus berjuangan untuk memiliki ketiga kecerdasan tersebut secara cepat, sehingga negara kita yang telah berumur setangah abad dapat bersaing dengan negara lain.
Sabtu, 18 Juli 2009
Hasil Binaan Siswa Yang Sinergis
SMP NEGERI 1 TEGALWARU
JUARA III TINGKAT PEMULA PASKIBRA
SE-KABUPATEN KARAWANG

Radar (04-01-2009) Di awal tahun 2009, para siswa SMP Negeri 1 Tegalwaru memperoleh kegembiraan dari hasil binaan Paskibra oleh Bapak. Samsudin walaupun prestasinya hanya baru mencapai Juara III Tingkat Mula Paskibra Se-Kab. Karawang yang diselenggarakan oleh PPI Kab. Karawang pada hari Minggu, 04 Januari 2009 di Plaza Pemda Karawang. Hal ini merupakan wujud dari sebuah pembinaan yang sinergis dari seluruh komponen SMP Negeri 1 Tegalwaru
termasuk masyarakat Desa Kutamaneuh Tegalwaru dimana sekolah tersebut berada dan sekaligus sebagai bukti nyata bahwa dapat mengalahkan Paskibraka-Paskibraka yang ada di perkotaan. Selanjutnya Samsudin sebagai pembina kesiswaan mengatakan : ”juara ini sangat bangga bagi kami, karena baru pertama kali mengikuti dan bahkan peserta yang diikutsertakannya pun siswa kelas VII, jadi Insya Allah tahun depan kita akan lebih meningkat”.
Begitu konsennya terhadap pembinaan siswa dalam hal berbagai kegiatan, Radar hanya bertemu dengan seorang pimpinan SMP peserta yang hadir, adalah Bapak Drs. Sutirna, M.Pd selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Tegalwaru serta sekaligus beliau menyampaikan pada Radar sebagai berikut: ”Kegiatan ini sangat-sangat positif dan perlu kita dukung dan perlu kita support agar mereka para siswa benar-benar memiliki pengalaman yang sangat berharga dalam disiplin khususnya serta pergaulan sebagai kompetensi sosial untuk bekal mereka di masa depan” selanjutnya dikatakan oleh beliau juga merasa bangga karena dari Kecamatan Tegalwaru dapat memperoleh dua juara, yaitu Juara II Tingkat Utama Paskibra Tingkat SD/MI Se-Kab. Karawang oleh MI Asasul Islam Tegalwaru Karawang yang dipimpin oleh Bapak Wono Sulaeman (Pembina) dan Bubun Mahbubi (Kepala sekolah) dan Juara III Tingkat Mula Paskibra Tingkat SMP/MTs Se-Kab. Karawang oleh SMP Negeri 1 Tegalwaru dan mudah-mudahan hal ini dapat dijadikan cermin bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Tegalwaru untuk dapat memberikan kesempatan kepada para siswa berkompetisi di berbagai kegiatan di tingkat kabupaten atau provinsi dan dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi para pembina dan kepala sekolah untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Amin.

Sabtu, 13 Juni 2009
Bimbingan dan Koseling di Dunia PNFI
Potensi Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling
dalam Seting Pendidikan Non Formal
By. Ir. Harris Iskandar, Ph.D
Pusat Pengembangan PNFI Regional I
Ditjen PNFI Depdiknas
UPI Bandung, 17 Januari 2009
SEMINAR NASIONAL
REPOSISI DAN REVITALISASI
PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Berdasarkan angka rata-rata dari siswa selama 20 tahun (1986-2006) yang terdaftar, keluar, dan tidak melanjutkan sekolah sungguh merupakan tantangan bagi dunia pendidikan. Tabel di bawah ini memberikan gambaran kepada kita untuk dijadikan bahan renungan dan melakukan gerakan yang dapat memberikan solusi bagi anak bangsa.
Tabel 1
Terdaftar, Keluar, dan Tidak Melanjutkan
| Kelas | Terdaftar (%) | Dropped Out dan not continuing school (%) | Keterangan |
| 1 | 100% | 0% | Primary School Yang berhasil hanya 70.0% |
| 2 | 92,6% | 7,4% | |
| 3 | 89,3% | 10,7% | |
| 4 | 84,2% | 15,8% | |
| 5 | 79,4% | 20,6% | |
| 6 | 73,0% | 27,0% | |
| 7 | 48,8% | 51,2% | Junior Secondary School yang berhasilnya hanya 40,8% |
| 8 | 46,2% | 53,8% | |
| 9 | 44,2% | 55,8% | |
| 10 | 33,1% | 66,9% | Senior Secondary School yang berhasil hanya 26,2% |
| 11 | 31,1% | 68,9% | |
| 12 | 29,5% | 70,5% | |
| PT | 12,9% | 87,1% | |
Pertanyaan yang mendasar bagi anak bangsa yang Dropped Out dan
Dengan keberadaan tersebut pendidikan non formal khususnya yang termasuk dalam pendidikan kesetaraan (paket A, B dan C) secara nyata sebagai penampung dari pendidikan formal yang memiliki permasalahan. Oleh karena itu, dunia pendidikan non formal memerlukan bimbingan dan konseling sehingga mereka anak bangsa yang sudah tidak memiliki harapan dapat bangkit dengan pendekatan motivasi dari layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan terhadap warga belajar.
- Dari hasil sensus nasional tahun 2007 didapat hanya 7% siswa miskin lulus sekolah menengah.
Betapa prihatinnya bangsa kita, hanya 7% siswa miskin lulus sekolah menengah, artinya sisa siswa miskin tersebut tidak dapat menyelesaikan pendidikan. Hal ini jelas sangat ironis sekali dengan kalimat ” Pendidikan adalah hak segala bangsa”. Disinilah pendidikan non formal menjadi seperti penampungan dan hal ini pun menjadi sebuah potensi bagi pentingnya layanan bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan di dalam dunia pendidikan non formal.
- 3,4 juta siswa drop-out setiap tahun. ”mereka membutuhkan sebuah kesempatan kedua melalui program pendidikan yang lebih fleksibel pada non formal untuk lebih dapat dipekerjakan (Mone,2006)
Lagi-lagi dunia pendidikan non formaldalam hal ini sangat berperan untuk memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak bangsa yang 3,4 juta tersebut untuk dapat memperoleh pendidikan yang dapat memberikan layak dalam hidup dan kehidupan di masa depan mereka. Namun, hal ini tidak bisa begitu saja terjadi jelas perlu adanya pembangkit/pemotivasi/pendorong untuk mereka tidak membuat mengeluh dengan keberadaan masa lampaunya. Hal ini jelas sekali layanan bimbingan dan konseling dibutuhkan.
- Siswa dropout dan tidak lanjut sekolah sebanyak 3.404.510 selama tahun 2006-2007. Lebih lengkapnya dapat diperhatikan tabel 2 berikut ini:
Tabel 2
Siswa Dropout dan Tidak Lanjut (2006-2007)
| Jenjang | Drop-Out | Lulus tidak lanjut | Jumlah |
| SD | 615.411 (2,37%) | 665.159 (17,97%) | 1.280.570 |
| SMP | 232.834 (2,88%) | 723.534 (29,70%) | 956.368 |
| SMA/K | 190.822 (3,48) | 976.760 (56,86%) | 1.167.582 |
| Jumlah | 1.039.067 | 2.365.443 | 3.404.510 |
Berdasarkan data tersebut pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C menjadi faktor utama bagi anak bangsa tersebut yang dikarenakan oleh sesuatu hal menjadi drop out atau lulus tidak lanjut untuk mendapatkan pendidikan lagi. Namun, sangatlah jelas permasalahan yang dimiliki mereka sangat beragam (heterogen), maka dengan demikian layanan bimbingan dan konseling bisa hadir dalam dunia pendidikan non formal.
- Tingkat pendidikan penganggur terbuka:
- Tidak/belum pernah sekolah (0,94%)
- Sekolah dasar (21,77%)
- SMTA Umum (25,29%)
- Diploma (3,97%)
- Tidak/belum tamat SD (4,38%)
- SLTP (22,62%)
- SMTA Kejuruan (15,37%)
- Universitas (5,66%)
Harris Iskandar mengatakan pada pemafaran potensi-potensi penyelenggaraan Bimbingan dan Kosneling yang paling berbahaya ketika penganggurannya memiliki latar belakang pendidikan yang agak tinggi, pengangguran dengan tingkat pendidikan SD dan SMP masih sebatas melakukan hal-hal negatif yang agak rendah untuk memenuhi kebutuhannya, yang menjadi bahaya ketika penganggurannya memiliki pendidikan lebih tinggi, apa yang akan dilakukannya? Oleh karena itu dunia pendidikan non formal dengan pendidikan life skill, KBU, Kursus, dan lain-lain meruakan solusi terbaik bagi mereka. Namun, hal ini pun perlu adanya layanan bimbingan dan konseling supaya mereka dapat mengerti dan memahami apa yang terbentang di depan sana untuk di raih untuk masa depan.
